Pages

Cara Sederhana Menyikapi Masalah



Menyikapi Masalah
          Setiap lingkar kehidupan selalu diiringi dengan masalah. Terkadang, masalah itu seperti angka delapan yang tak memiliki ujung. Setiap ia hilang, maka ia akan berganti dengan masalah baru. Sulit, mudah, bahagia, sedih, dan lain sebagainya adalah bagian dari masalah yang harus kita hadapi. Jangankan seorang yang masih diberikan izin oleh-Nya untuk menghirup nafas, orang yang sudah meninggal dunia pun memiliki masalahnya sendiri, yaitu mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya semasa hidup di dunia. Sementara kita yang masih diberikan kehidupan, tentunya permasalahan tak akan sungkan mendekati kita.
Karena sesungguhnya bukan masalah yang kita takuti, tapi bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Nurani kita mungkin akan terguncang jika kita mungkin sempat melihat jiwa yang meninggal di ujung seutas tali tambang dan menggantung di langit-langit rumah atau terjun bebas dan tewas menghantam bumi atau bahkan dengan tenang menenggak racun dengan harapan terbebas dari jeratan penatnya kehidupan. Padahal ia telah menambah masalah baru. Masalah dunia dan masalah akhirat. masalah dunia, ia akan terjerembab ke dalam kubangan cemoohan yang berstempel putus asa, lemah seperti cacing yang terpapar sinar matahari. Sementara masalah akhirat, tentu sebuah dosa besar siap menunggunya di neraka. Jika kita seorang muslim, tentu kita mungkin pernah mendengar Allah berfirman gunakanlah sabar dan shalat. Karena dengan sabar kita akan senantiasa menerima dan menyikapi dengan positif bahwa masalah adalah semata-mata bagian dari cobaan hidup yang mau tidak mau harus dijalani dan dilewati. Sementara shalat adalah bagian dari doa yang dengan doa tersebut tentu kita berharap selalu mendapatkan kemudahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut. Karena hidup pun seolah jarum jam yang akan terus berputar tanpa peduli dengan masalah kita, kehidupan kita, bahagia kita atau tangis kita. Karena itu ia hanya ingin kita tetap melangkah ke depan seperti jarum jam tersebut. Sebagai seorang muslim, kehidupan kita bahkan dipuji oleh Rasulullah saw, karena dalam setiap rangkaian kehidupan seorang muslim, senantiasa ia akan dinaungi pahala dan nilai kebaikan. Karena ketika kebahagiaan memeluknya, maka ia akan bersyukur dan ketika kemelut membelit dirinya, ia akan bersabar. Bahkan Allah swt berfirman bahwa seorang manusia itu tak akan diberikan cobaan atau ujian melebihi batas kemampuannya. Bahkan dalam sebuah kesulitan yang kita hadapi, selalu diiringi kemudahan. Begitu janji-Nya dalam kitab suci. Sehingga, tak ada permasalahan tanpa ada jalan keluarnya. Dan ketika kita tak menjumpai manusia, maka Allah lah tempat bergantung segala sesuatu “Allahushshamad” begitulah Dia berfirman. Karena Dia-lah satu-satunya tempat kembali. Dzat yang tak akan lelah mendengarkan keluh kesah kita, Tuhan yang tak akan murka dan tak akan pernah merasa terganggu ketika kita mengusiknya tengah malam. Dia akan selalu mendengarkan kita. Karena Dia adalah sebaik-baiknya tempat kita melabuhkan permasalahan hidup yang terkadang begitu pelik ini.  
          Ku urai semua kata-kata ini, bukan aku si petualang kehidupan yang sangat mengenal kehidupan. Bahkan sesungguhnya saat ini aku seolah sedang bercermin dan berbicara pada sosok hina yang berdiri angkuh di cermin tersebut. Mengkhutbahi diri sendiri sebelum mengkhutbahi orang lain. Karena adakalanya kita tidak mampu menafsirkan senyuman orang lain yang mungkin hatinya sedang tidak tersenyum. Karena aku adalah seorang pencari oase yang berharap akan mengurangi kehidupan yang penuh dahaga ini. 
          Tulisan ini mungkin sangat sederhana untuk menguraikan benang kusut kehidupan dan mencar jejak jawaban permasalahan. Namun aku selalu berharap jika tulisan ini akan sedikit menyegarkan dahagamu seperti musafir yang sudah menemukan oasenya……..


4 komentar:

Ocha Sifat mengatakan...

Baguss...!!! i like...

Basyir Accendio mengatakan...

Thanks Ocha....

Jordan Kurniawan mengatakan...

sangat menyentuh banget, hidup ini memang gudangnya masalah. tapi sebagai muslim, kita masih punya Alloh. serahkan saja semua masalah kita kepada Alloh insyaAlloh pasti ada jalan. Maher Zain banget ya he he he salam kenal ya mas http://bacakisahku.blogspot.com/

Basyir Accendio mengatakan...

alhamdulillah kalo menyentuh... hehe
ya sebenernya sih buat semua orang yang memiliki Tuhan seharusnya dia kembali kepada Tuhannya ketika ada masalah. Tanpa memandang dia muslim atau non muslim. ^_^
sip!, salam kenal juga mas..

Poskan Komentar