Pages

Sebuah Sayap



         Kini, satu detik terasa begitu lama untukku. Waktu kian terasa lambat ku lewati. Jika aku seekor burung, maka aku bagaikan kehilangan sebuah sayapku. Aku seolah tak mampu terbang, dan selalu jatuh tatkala aku mencoba kembali menggapai awan putih. Aku pun hanya mampu merangkak menggapai cahaya. Beringsut di antara debu yang mengaliri takdirku. Ketika jiwaku terseret jasmani di tengah hutan, maka aku sepertinya tak akan bisa menghindar dari terkaman binatang buas. Mungkin lebih baik “hidup” dalam sebuah pencernaan hewan buas dari pada ku menghirup sesak udara dunia. Aku tak membutuhkan mentari tuk hangatkan jalanan terjal atau semilir angin yang menyapu dedaunan kering sisa musim gugur, aku hanya membutuhkan sebuah sayap agar ku mampu kembali merajut asa di tengah hamparan langit biru. Menemaniku terbang ke sana kemari menembus awan atau menggapai bintang atau mungkin bercinta dengan rembulan yang sedang purnama.
         Tapi kini ku hanya mampu membasuh jiwa dengan sunyi. merelakan sejumput ilalang menggelayut di atas helaian rambut kusut. Membiarkan hati semakin usang tertelan kelam. Tak ada cahaya…. Sekalipun sekelebat cahaya kunang-kunang. Jangkrik pun kehabisan nada tuk menyanyikan lagu sendu. Bintang-bintang sedang sibuk bercengkerama di langit malam. 
Kalimat ini pun semakin buram seperti kabut menyelimuti pegunungan. Tak terlihat, nyaris menjadi buta. Hanya bagaikan gemericik air yang mengalir dan bermuara pada lautan kebahagiaan. Biarkan ia seperti itu. biarkan ia hanyut meski bersama sampah atau kotoran. Karena ku berharap ada secercah kejujuran hati meski berada di antara semak belukar kemunafikan.
Masih adakah sisa-sisa sayap burung yang jatuh dan sudi menemaniku? Jika sayap-sayap itu menjawab, tunjukkanlah meski hanya sehelai bulu agar ku raih setitik harapan di tengah sepasang bibir yang sulit tuk mengukir senyum.
Cukup sudah aku terbaring dalam bahtera penuh lara. Andai ada sebuah tangan dan senyuman yang menggapaiku dan kembali menemaniku dalam gumpalan cahaya purnama…….

                                                                             25 Maret 2012, 23:26




0 komentar:

Poskan Komentar