Pages

Hak Asasi Manusia


Latar Belakang Masalah

HAM
Hak adalah unsur terpenting dalam kehidupan sosial manusia. Setiap manusia menginginkan adanya kebebasan. Kebebasan akan hak hidup, hak kemerdekaan, dan hak untuk memiliki sesuatu. Hak-hak tersebut disebut sebagai hak asasi manusia yang mana hak itu telah dimiliki manusia sejak lahir sebagai hak yang alamiah atau hak yang secara kodrat telah dimiliki manusia.
Sifat hewan yang dimiliki manusia seperti rakus, ingin berkuasa, terkadang membuat batas-batas kemanusiaan itu tak dapat dilihatnya. Sehingga dengan sifatnya tersebut manusia kerap kali melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) seperti membunuh, menjajah, dan merampas hak milik orang lain.
Seiring berjalannya waktu, manusia dengan akalnya berpikir bahwa ia harus berjuang dari ketertindasan tersebut. Dan perjuangan mengenai hak asasi manusia itu telah terukir dalam sejarah ribuan tahun silam.

Prinsip Penyelesaian Perkara Dalam Islam



Prinsip Penyelesaian PerkaraProses penyelesaian perkara adalah tahap akhir dalam rangkaian pemeriksaan perkara di pengadilan, khususnya pengadilan tingkat pertama. Namun meski begitu masih terdapat upaya hukum yang dapat ditempuh oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk kembali mengajukan perkara tersebut melalui upaya hukum banding, kasasi atau bahkan Peninjauan Kembali. Hal itu ditempuh mengingat salah satu pihak tidak merasa puas atas keputusan pengadilan.
Di dalam proses perkara tersebut, Islam mengenal beberapa prinsip dalam memproses suatu perkara, proses itu adalah:

Bukti Ilmiah Al-Qur'an Bahwa Terdapat Pembatas Di Antara Dua Lautan

Dua Lautan
          Siapa yang tidak kenal dengan laut?. Tentunya semua orang tahu mengenai air yang terasa asin ini. Dari lautanlah kebutuhan sebagian manusia terpenuhi. Baik itu mengenai ikan-ikan yang dikonsumsi atau dijadikan obat, penghasil garam sebagai penyedap masakan atau sebagai tempat dieksplorasinya minyak bumi, dan lain sebaginya. Namun, tahukah sobat bahwa ternyata di lautan yang sangat luas itu terdapat dua lautan yang di antara lautan itu ada batas yang tidak akan dilewati oleh masing-masing lautan?. Hal inilah yang akan coba saya share untuk sobat blogger dan netter sekalian. Namun kali ini saya akan menguraikan bahwa pendapat akan keberadaan dua lautan ini berdasarkan al-Qur’an yang kemudian dibuktikan dengan ilmu pengetahuan modern.

Hujan dan Sisi Romantismenya


Hujan, dan keromantisan            Entah kenapa saat hujan menggertak bumi yang sedang lelap selalu mencuatkan sisi romantisnya. Di mulai saat menatap sejenak kumpulan bocah yang kegirangan berlarian di bawa guyuran hujan. Mencipratkan kubangan-kubangan air tanpa dosa. Berteriak seolah ingin menyaingi gempuran guntur dari langit kelabu. Terkadang mereka tersenyum dengan barisan gigi-gigi ompong mereka. Segalanya begitu menyenangkan buat mereka, bahkan dalam keadaan badai sekalipun. Belasan tahun silam masa itu sudah termakan waktu, namun takkan usang dalam kepalaku.
            Ku buang sejenak pandangan mata dari mereka…
            Lalu sebuah ingatan membawaku melesat pada suatu masa. Ketika hujan menahanku bersamanya di tepi jalan yang tengah kuyup. Hujan seperti sengaja menahan kami agar sekedar menuai senyum di hari yang sedikit menyebalkan. Menebarkan guyonan yang diakhiri suara tawa renyah yang beradu dengan suara hujan yang menghentak-hentak aspal yang semakin kuyup.