Pages

Mengaplikasikan Ihsan Dalam Rona Kehidupan

Apa yang anda lakukan ketika hanya seorang diri tanpa ada seorang pun di samping anda? Tentu jika anda ahli ibadah anda dipastikan sedang berdzikir dan jika anda orang yang baik mungkin anda sedang melakukan aktifitas positif seperti membaca buku atau menulis sesuatu yang bermanfaat.
Namun jika orang tersebut adalah orang jahat, mungkin saja ia sedang merencanakan sesuatu yang jahat atau sedang mengintai situasi untuk mengambil kesempatan dalam melakukan kejahatan.
Jangankan ketika sendiri atau berdua, beramai-ramai pun jika terdapat suatu keadaan tanpa pengawasan akan terjadi sesuatu yang buruk. Sekumpulan siswa dan siswi yang tengah mengikuti ujian dalam kelas misalnya. Jika tak ada pengawas hampir dipastikan segelintir atau mungkin satu ruangan itu akan saling mencontek.
Ketika dua orang pejabat sedang bertemu dalam suatu tempat dengan sekoper uang dihadapannya, mungkin saja mereka sedang melakukan transaksi suap menyuap. Hal inilah yang kerapkali kita jumpai di media yang kemudian keduanya ditangkap dan dijadikan tersangka koruptor.
Begitu lemahnya manusia ketika tanpa pengawasan. Resistensinya begitu besar ketika dia merasa tidak ada satu orang pun yang melihat. Sehingga dengan keadaan tersebut seolah ia dapat melakukan sesuatu sekehendak hatinya.
Padahal......

Ada Dzat yang selalu melihat dan mengawasi. Ada Dzat yang Maha Tahu diatas ketidaktahuan manusia. Dialah Allah. Tuhan yang selalu mengawasi hambanya. Tidak ada satu detik pun dalam kehidupan kita yang tidak diketahuiNya. Sebesar buih pun pasti perbuatan kita akan ada pertanggungjawabannya. Inilah yang disebut dengan ihsan dalam ajaran Islam. Ihsan secara pengertian mudahnya adalah perbuatan baik. Namun Islam lebih jauh memandang ihsan bukan sekedar berbuat baik, yaitu bagaimana kita memahami dan merasakan atau mungkin dalam tahap lebih jauh adalah mengimani sesuatu yang tidak kita lihat atau kasat mata. Hal inilah yang dijawab oleh Rasulullah ketika ada seorang laki-laki bertanya mengenai ihsan. Lantas Rasulullah mengatakan bahwa ihsan adalah ketika kita beribadah atau shalat maka lakukanlah seolah kita melihat Allah namun jika kita tidak melihat Allah maka yakinlah bahwa Dia pasti melihat kita.
Dari sinilah seharusnya kita memahami bahwa ketika kita tengah sendirian, berduaan, beramai-ramai, tak terlepas dari apapun perbuatannya, selalu ada Yang Maha Tahu yang pasti mengetahui segala perbuatan kita bahkan yang terbersit dalam hati kita sekalipun.
Jika ihsan dilirik dalam kaca mata seperti ini, maka kita akan mendapati suatu hubungan yang erat dengan keimanan kita. Yaitu kita wajib mengimani bahwa Allah memiliki sifat yang dinamakan al-Bashir yaitu Maha Melihat. Sehingga dengan adanya sifat ini sangat pasti bagi Allah melihat segala perbuatan atau bahkan ucapan kita dalam hati sekalipun.
Dari sinilah urgensi keimanan bahwa Allah pasti melihat segala perbuatan makhluk-makhluknya. Bayangkan jika semua manusia atau minimal kaum muslimin mengaplikasikan ihsan dalam setiap lingkup kehidupan, dia meyakini bahwa Allah selalu mengawasi dan melihat gerak geriknya, maka segala perbuatan negatif sangat mungkin dapat diminimalisir. Para pejabat dan penegak hukum tak mungkin lagi bermain uang dibalik keadilan yang seharusnya mereka tegakkan, para perampok semakin ciut nyalinya meskipun keadaan yang sepi dan kesempatan terbuka lebar, bukan karna bergidik membayangkan terali besi, tapi karna pengawasan Allah. Begitu pula dengan perbuatan jahat lainnnya mungkin dapat menyusut di berbagai sektor kehidupan.
Meski menjadi sesuatu yang mustahil jika seluruh dunia mengimani hal ini, karena memang kejahatan sudah ada dan terjadi semenjak zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Bahkan perbuatan kriminal sudah ada sebelum manusia ada di bumi. Yaitu pembangkangan iblis atas perintah Allah mengenai diharuskannya sujud kepada Adam.
Akhirnya semua bermuara kepada introspeksi diri kita masing-masing, termask penulis sendiri. Tulisan ini bukan bermaksud menggurui  atau bahkan mungkin menghakimi, namun hanya sebatas menyampaikan sesuatu hal yang mungkin bermanfaat
. Karena Nabi bersabda "ballighu 'anni walau ayat" "sampaikanlah olehmu meski hanya satu ayat".
Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Poskan Komentar