A. Larangan
Penulisan Hadits (Masa Nabi Saw 13 SH -11 H)
Sejarah Pertumbuhan, Penulisan, dan Kodifikasi Hadis
Ketika hujan di hujat
Air adalah kebutuhan utama untuk
kelangsungan hidup segala organisme di dunia ini. Manusia, hewan, tumbuhan,
bahkan tanah-tanah yang ada di bumi pun memerlukan air baik sebagai penyimpanan
cadangan air dan sebagainya. Bahkan air dijadikan tanda-tanda adanya kehidupan
ketika para ilmuwan Amerika menghebohkan dunia dengan ditemukannya air di
planet Mars. Begitulah kiranya air dipandang sebagai penopang suatu kehidupan.
Oleh karena itu patut kita sadari
bahwa hujan sebagai air yang secara alamiah turun dari langit. Namun, bagi kita
yang memiliki Tuhan, tentunya air dikatakan sebagai salah satu bentuk kasih
sayang Tuhan pada makhluk-Nya di bumi. Karena hujan, tanah-tanah menjadi subur.
Tumbuh-tumbuhan tidak ada yang kekeringan. Manusia dengan keluarbiasaan ilmunya
dapat menggunakan air yang tersimpan di dalam tanah sebagai hasil dari hujan untuk
keperluannya sehari-hari. Oleh karena itu, air sebagai penopang kehidupan sudah
tidak bisa ditawar lagi. Namun bagaimanakah ketika orang memandang hujan
sebagai bencana?.
Nikmat yang terkadang disepelekan
“nikmat”, sebuah kata yang mungkin
selalu dirasakan oleh manusia, atau mungkin makhluk selain manusia. Nikmat
identik dengan sesuatu yang menyenangkan atau membahagiakan. Siapa yang tidak
suka dengan “nikmat”?. Semua orang pasti suka dengan nikmat. Baik itu nikmat
kesehatan, nikmat rezeki, naik jabatan, naik gaji, atau nikmatnya ketika kita
menyantap makanan favorit kita dan lain-lain yang kita anggap sebagai
kenikmatan.
Begitu banyak nan melimpah kenikmatan
yang berada di sekitar kita. Atau bahkan yang kini melekat di dalam tubuh kita
yang terkadang tanpa kita sadari karena kita sering menyepelekannya.
Ketika zaman menggempur dunia anak
Bintang kecil di langit yang biru,
amat banyak menghias angkasa.
Sebaris lirik
sederhana itu begitu saja melintas dipikiranku tanpa permisi. Sejenak aku
mengingat lirik lagu itu sekitar tahun 90-an. Di antara kalian mungkin lupa
atau sedikit ingat atau mungkin sangat ingat lirik lagu tersebut. Lirik itu pun
seolah menari-nari di pikiranku saat malam memang tengah bercumbu dengan
bintang. Namun, zaman yang semakin bergelimpangan dengan alam pikiran “modern”
sepertinya telah menggerus lirik itu dengan perlahan namun pasti. Dahulu, lagu
itu sempat hilir mudik di antara mulut-mulut mungil anak-anak kecil yang sedang
berkumpul di pinggir jalan dengan mainan yang mungkin saat ini disebut “ketinggalan
jaman”. Tapi saat ini, bocah-bocah itu mungkin sudah sungkan tuk mendendangkan
lagu yang menurutku “pantas” untuk mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
Kategori
- Ajaran Islam (3)
- Curhat (9)
- Hukum Islam (4)
- Hukum Islam dan Hukum Positif (2)
- Opini (2)
- Tata Cara Shalat (1)
- Umum (5)
Total Tayangan Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
About Me
- Basyir Muhammad
- Asslamualaikum, salam sejahtera buat yang sudi meluangkan waktunya untuk membaca blog yang masih sederhana ini. Terdapat suatu ungkapan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat memberikan manfaat kepada manusia lainnya. Sehingga saya berharap blog ini bisa memberikan manfaat kepada pembaca sekalian. Selamat membaca. ^_^



